Cantik atau Pintar?



Beberapa waktu yang lalu, saya nonton channel YouTube-nya Deddy Corbuzier (kemudian saya berasa Kids Jaman Now banget kerjaannya nonton YouTube). Doi bahas tentang pilih jadi cewek cantik apa pintar? Huwoooooo…..wahai kalian para perempuan, pasti pertanyaan ini mengundang kegalauan dahsyat untuk menentukannya. Gamang. Apalagi kalau harus milih satu dulu. Mau yang mana?
                Siapa sih perempuan yang tidak ingin cantik? Pujian cantik itu luar biasa efeknya. Dulu waktu saya SMA, ada seorang penyiar radio yang bilang kayak gini pas siaran, “Para perempun pengen jadi cantik ketimbang pintar, karena lelaki lebih pintar melihat daripada berpikir.” Kalimat sarkastis itu terngiang banget di telinga saya. Iya, karena kalimat itu sesuatu sekali jika dibacakan di hadapan anak SMA yang dari seragam putih biru sampai putih abu nggak pernah punya pacar. Bahkan sampai enggak seragaman juga nggak pernah punya pacar. *curhat*

                Di masa itu, saya masih pahamnya semua laki-laki suka perempuan cantik, mereka cerdas visual. Mungkin itu benar, megingat tipikal selebgram ataupun YouTuber di sini rata-rata punya face yang good looking. Kalau misal nggak good looking paling dia berani melakukan hal gila yang malu-maluin gitu seperti pakai bra topengan naik kuda di kebun pisang. Tapi setelah diamati baik-baik, kadang cantik nggak cukup untuk membuat seorang perempuan dinikahi. Sebut saja George Clooney, dia bergonta-ganti pasangan sebelum akhirnya menikah dengan Amal Alammudin seorang pengacara lulusan Oxford yang cantik bukan kepalang. Garri Juanda lulusan Harvard yang jadi salah satu petingginya marketplace ternama di Indonesia juga milihnya Mesty Ariotedjo, dokter cantik yang pintar main harpa. Fine!!! Tiba-tiba saya merasa seperti remahan debu. 

                Saya jadi ingat dengan tulisan seorang mbak-mbak di Tumblr ini. Doi bilang cewek cantik kayak Dian Sastro itu enggak usah pintar. Kenapa karena mereka bakalan menjadi senjata mematikan buat para laki-laki. Cewek cantik itu sudah berhasil membuat mas-mas rela ngasih tempat duduknya, bertingkah bak kerbau dicocok hidungnya, gampang disuruh ngangkat gallon, nah kalau kata mbaknya semisal cewek-cewek cantik itu dikarunia otak pintar, mereka bisa dengan mudah menguasai, mengendalikan laki-laki. Saya ngakak waktu baca tulisan itu.

                Well, balik dengan pertanyaan Oom Deddy, kalau diminta memilih, pilih cantik atau pintar dulu? Saya pilih pintar dulu. Kenapa? Karena pintar itu artinya saya punya ilmu, ilmu itu menjaga. Kalau misal cantik itu ibarat harta, kalau saya nggak punya ilmu a.k.a enggak pintar, bisa-bisa kecantikan saya lenyap entah kemana. Merawat kulit saja ada ilmunya, Kak. 

 Source: Pixabay.com
Nah, balik lagi ke alasan kenapa pilih pintar dulu, karena kalau pintar bermanfaat bisa ngasilin duit banyak, saya bisa mendelegasikan pekerjaan untuk mengurus saya menjadi cantik ke orang lain. Sebagaimana apa kata Oom Deddy, cewek cantik yang bodoh hanya akan menyibukkan dirinya buat dandan. Kalau misal saya dikasih rezeki pintar beberapa pekerjaan dandan itu bisa saya delegasikan ke orang lain. Ada personal stylist yang siap milihin saya baiknya pakai baju apa, ada MUA yang bantu dadan, kapster salon yang bantu ngurus perawatan, sedangkan sambil melakukan aktivitas dandan itu otak saya bisa dipakai mikir hal lain. Efektif kan? Hahahaha….MIMPI!!!!
                 
Hahah…habis gimana itu pilihan yang berat saudara setanah air. Berat, sama beratnya dengan Eyang Habibi yang ditanya pilih IMTAQ apa IPTEK. Beliau mengatakan pilih IMTAQ, tapi berdoa kepada Tuhan agar diizinkan memiliki keduanya. Maka sama deh dengan apa yang dilakukan Eyang Habbibi, saya memilih pintar, tapi juga berdoa kepada Tuhan, jika boleh saya diizinkan memiliki keduanya, Pintar dan Cantik!!!
Kalau kamu, pilih mana? Comment di bawah ya….:)
Salam pintar dan chantique

XOXO
               

Komentar

  1. Dulu pas masih SMA juga saya pengen terlihat cantik mbak, karena kayaknya kok enak banget jadi perempuan cantik itu.

    Pas udah kuliah, kebetulan di jurusan teknik, yang jumlah cowok banding cewek 9:1. Saya mulai beralih mulai menyesalkan pilihan jaman SMA itu, dan kembali ke kondisi semula. Biarlah saya pintar tapi nggak cantik (secara fisik). *PD aja kalau saya ini pintar hehehe...

    Sekarang juga saya kerja dilingkungan yang lebih banyak lelakinya dibanding perepuannya. Dan dari sering bertukar pikiran dengan para lelaki itu, banyak yang memilih perempuan pintar dibanding perempuan cantik. Lebih bagus lagi kalau sudah pintar, cantik pula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah seru mbak, kalau kerja bareng sama cowok.-cowok. Eh ada nggak serunya juga sih. Aku lagi ditantang di kantor Venus sih, makanya cantik pintar ini sesuatu sekali haha

      Hapus
  2. Hai mbk, tulisannya renyah. Hehe. Kalau disuruh milih cantik atau pintar, aku jg ngikut jawaban eyang habibie deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Muthi. Haha...kan jawaban Eyang Habibie memang luar biasa.

      Hapus

Posting Komentar